Skip to content
August 28, 2009 / rinta chos

closer, closer, come closer

Closer, closer, closer

I was on Twitter, as usual, on an average night, while checking my Facebook account. This is what I found from my Geography’s teacher FB account : SIMAK UI bulan Desember, benarkah?

First normal reaction of someone’s whose devoted her life for SIMAK UI was : Holy shit. I think I’m just gonna die.
Second waves of reaction from someone who can finally get hold on herself : Who cares if SIMAK UI on December? All I have to do is studying harder, harder, and harder. If I study everyday then I won’t have any difficulty even if SIMAK comes on September.
And as my fellow classmates Deilika and Ujang said, “ SIMAK UI itu besok”

So come on, come closer, SIMAK. I’ll take you down.

Actually, there’s a thin line between optimism and arrogancy.I want to be an optimistic person, full of hopes and good expectations, have a self confidence and believe that I’m capable of anything.But if I cross the optimism line, even just a tiny millimeter bit, then I’ll become an arrogant person. Geez.

—-

Question : Why do people choose Science as their major in high school and then totally curve away to Social field when they’re in college? Seriously. No, I’m not gonna forbid any Science student who wants to take Social field (I don’t have rights to forbid anyway), and no I’m not gonna threaten any of them or create a feud between Science and Social.But honestly, I unquestionably think it’s inequitable for Social student. The majorities of Economics Faculty in University of Indonesia are Science student and guess what? They don’t even learn Economy.And who the hell been struggling to learn it? Social kids.

Question : How come you can be trusted when you don’t trust your own knowledge and field? And how come you’re capable when you don’t even have enough confident to choose your own field?

Answer?

Anyway. Let’s just have a healthy competition, blabbering about this too much only creates a suggestion that Social kids are troubled by Science kids.No, we’re not, we’re not that insecure and vulnerable.We believe in our knowledge, our specialty and we’ve been learning this for 2 years. We should be able to beat the shit out of everyone.Social 2010, let’s conquer our glory.

—-

I just realized that Social fields tend to be a ‘wet’ and ‘dirty’ field.Let’s take an example : Law, Economics, Politics.We gonna have a lot of money, that’s for sure, but that money, is it our allotment? Is it belong to us, do we earn it in a smooth way? Or do we earn it in a ‘smooth’ way?As an adolescence, I’m still an idealist, I keep telling myself that I’m gonna be a trustworthy politician, I want to dedicate my life for the society. But how long I can keep hold on my principle? When my environment is not sustaining my idea?

Gosh.I’m afraid, I’m terrified, scared, I don’t want to be that immoral bastards who takes other people’s money.I don’t want to live luxuriously while out there, there’s people whose dying of poverty and live indigently.

That’s what I’m thinking now. But who knows, 10 years later, when I’m a successful politician or lawyer(amin), I’m gonna turn into a realist.. Becoming realistic sometimes forfeit our own moral.

That’s probably why I should be a writer and a free lance photographer. Hahahah, I wish.

About choosing a faculty for university, I am actually not sure, yet. I am absolutely not interested in Economics, so FE is definitely not an option.I want to be in FISIP but what faculty? Politics or International Relations? International Relations has always been my dream, it’s difficulties and impossibleness makes it even more luring and fascinating.Law is an option that just barely come, mainly from my sister who works in a Law Firm and been telling me about how sweet it is to be a corporate lawyer.But what the hell is corporate lawyer? Law is definitely not my interest, not yet, but it offers a quite bright carreer.And it’ll sounds cool if my name turns into I Gusti Ayu Azarine Kyla Arinta, SH. Hahaha, sounds so fancy.Literature? Well, I’m very interested. Especially in German Literature and English Literature, but what for? Be a translator? Well I love to read books but I certainly do not love to translate it, work as a tour guide? Definitely not gonna work as a tour guide for my main carreer.Is it possible for me to work in German Embassy? I do not know yet.

 My friend asked me : what’s your passion?

I answered : writing and taking pictures.but well, I’m not professional, I can’t pursue my carreer in there, there’s so much things I need to think before I choose what I want to be. I want to be someone who has different carreer from the rest of my family.My dad and mom works for an office, good salary, nice facility but no, I can’t picture myself as someone who works in an office with the same routinity every freakin single day.My first sister also works in an office, boring.My second sister is different, she wants to be a chef and now she owns her own catering.She follows her dream but well, she has more downs than ups before she finally own this catering.

I might as well be a journalist, but gosh, I’m very consumptive, I don’t think being a journalist will go along with my lifestyle.It’s not that I’m hedonistic or anything, but I certainly a very consumptive person.

Dude! Life’s hard and then you die. -__-“

12 Comments

Leave a Comment
  1. besta / Aug 29 2009 3:07 am

    aduh, gw lagi suka baca blog anak sma, biar awet muda (zzz)

    hai rintaa, apakabar? haha
    gw comment karna ngebaca pertanyaan soal anak IPA yang ambil major IPS, sempet mikir ‘ini anak ga lagi ngomongin gw kan..’ haha
    iya, gw dulu IPA dan sekarang duduk manis di jurusan IPS, Economics-Management FEUI. Dan bener yang lo bilang, disini 60%an mahasiswa dari jurusan IPA di sma nya.

    kalo dari kacamata objektif gw, sebenernya bukan suatu kesalahan seseorang ambil jurusan yang beda dari konsentrasi di sma nya. Seperti anak ips yang banyak ke ITB juga, dan bahkan dulu denger2 ada anak IPS yang ambil kedokteran

    anak2 IPA yang ‘rebel’ ini ga begitu aja bisa masuk ke pilihan IPSnya kan, mesti belajar mati2an semua pelajaran IPS di bimbel dalam waktu sangat singkat hanya buat tembus ujian. Banyak yang ga kesampean loh.
    Itu bener2 perjuangan yaaang melelaaahkan. Keluar keringat, darah, air mata (lebay tapi bener)
    dan setau gw, yang bikin kenapa kebanyakan anak IPA lulus di ujian nya yaitu dari skor kemampuan dasarnya (Matematika dasar, b.ing, b.ind). jadi gw rasa konsep bahwa ‘anak IPA adalah anak2 kejam perebut lahan IPS’ cuma masalah psikologis belaka

    Cukup omongan soal ipa ips, semoga ga dianggep pembelaan diri. Tolong dikoreksi kalo salah.

    Soal passion lo yang katanya nulis dan foto.Coba ditelaah lagi, apa itu bener2 passion lo untuk kuliah? Karna kalo liat dari situ, berarti logikanya lo emang jadi jurnalis/ wartawan, benar?

    Milih kuliah itu punya banyak banget pertimbangan. Passion emang penting sangat. Tapi ada hal2 laen yang kita pertimbangin, bisa jadi karna nasehat orangtua, koneksi yang kita punya, ramalan zodiak (ngek), keadaan finansial keluarga, dsb.

    Contoh nyata, temen2 IPA gw ngincer Akuntansi FEUI karena: ingin punya kehidupan yang layak (high salary) dan dapet kerja cepet. Kalo bukan karna itu, ga ada yang mau jadi Akuntan di dunia ini. Tapi apa passion temen2 gw itu buat ngerjain jurnal2 perusahaan/ nyatetin duit orang laen? Gw rasa ngga

    Saran gw, banyak2 baca buku soal jurusan yang kira2 cocok sama lo, atau lewat internet, atau tanya guru/ alumni/ orangtua/ galileo

    I wish the best for your study, good luck
    maap kalo ade saleh2 kate

    PS. dan, please, gw gatel2 kalo dipanggil kakak sama angkatan yang ga terlalu jauh jarak tahunnya dari gw, kerasa tua banget soalnya. THX

    • rintacos / Aug 29 2009 6:47 am

      Bestari terimakasih atas comment panjangnya! hehehe, maaf2 ya, gue bukan bermaksud ingin menyerang anak IPA. ini keluar naturally karena honestly gue kesel/gak terima anak IPA dapet kuliah di jurusan IPS lebih cepet sementara temen2 IPS gue struggling dan belom dapet kuliah. Hehe. gue sedih aja. dan jujur sebenrnya awal2 gue merasa insecure karena gue tau anak IPA lebih capable dengan kemampuan mat das yang jauh lebih oke drpd anak IPS dan pelajaran IPS itu cuma hafalan.

      menurut lo beda gak passion dan hobby? apa sama? gue cuma pengen kerjaan yang gak membosankan dengan salary yang oke. gue berfikir mungkin gue bs menjadikan hobi foto dan menulis gue sebagai tambahan, bukan sebagai karir utama. I thought about that too. gue memikirkan keuangan keluarga gue, nasehat orang tua, prospek kedepannya. gue gak bisa terlalu memikirkan idealisme gue.

      makasih motivasinya. hehehe. i have pressure along with motivation. jd returnee itu kadang2 gak enak. people expect a lot from you dan belom tentu i can fill that expectation.

      THANK YOUUUUU.

  2. Anin / Aug 29 2009 5:23 am

    sepenglihatan gw yang bermata sempit ini, orang punya asumsi hidup (baca: kerja) di dunia ips akan lebih memudahkan lo daripada di dunia ipa. kenapa? karena ujung2nya duit. makanya kebanyakan orang2 tua (atau mgkn ortu gw doang) menganjurkan anak2nya mengambil bidang ekonomi, kalo ga dokter. sotoy banget kaaaannnn. padahal toh siapa yang jamin? apakah, misalnya gw kuliah di teknik nuklir (yg jarang di indon), ntar bakal ga makmur daripada gw jadi lawyer? apakah dengan gw kuliah pakan ternak gw ga bakal lebih makmur daripada jadi akuntan? engga ada yang tau. karena semua tergantung parameter sukses kita sendiri. kan lo sendiri yang nentuin arah ‘sukses’ nya elo. it’s ok lah walo pilihan lo di luar jalur orang normal, walau banyak ups and downsnya. kalo lo yakin bs bikin elo dan org tersayang elo *halah* bahagia ya kenapa engga diperjuangkan. kadang kita harus egois sih dalam hal cita2…

    • rintacos / Aug 29 2009 6:51 am

      kadang2 kita harus egois dalam hal cita2 < setuju. tapi gue ingin membahagiakan nyokap hahaha. gue gak bisa menuruti ego gue, nyokap emang gak pernah maksa gue masuk ekonomi. she knows well that i'm not interested, dia mendukung gue dimana aja. tapi gimana yaaaa. gue cuma pengen dia seneng karena gue jadi 'orang'.
      dan gue setuju sekali anin, thanks for opening my mind, paramater sukses itu ditentukan oleh diri kita sendiri.

  3. besta / Aug 29 2009 10:48 am

    astaghfirullah, bener..ternyata panjang.. gomen..
    dan gw minta maaf kalo komen ini bakal panjang lagi. (sebelum ngeblog, gw emang seorang blogreader sejati, dan biasanya komen gw ke orang2 itu panjang2, sepertinya jadi habit, mohon dimaklumi)

    gw ga ngerasa lo nyerang siapa2, ngerti banget gw rin, itu masalah klasik soalnya. tahun depan juga bakal ada lagi yang posting kayak gini di angkatan bawah.

    perasaan insecure itu normal. di awal2 gw di FE, anak IPA jiper *duh bahasanya* banget sama anak IPS yang kayaknya kok fasih banget sama istilah2 di buku/ dosennya, blom lagi di mata kuliah akuntansi, mereka keliatan lihai abis. tapi apa karna itu, anak IPA ngerasa: ‘ok, mereka jago, sebaiknya gw bunuh diri di wastafel kampus sore ini’

    jadi sekali lagi itu cuma masalah psikologis, jalan keluarnya ada di bagaimana kita ngelola apa yang ada dalam kepala. jadi mulai sekarang, coba fokus untuk naikin klebihan lo (misal, lo ngerasa ada chance besar di b.ing, usahain bener semua) dan minimalisir kelemahan. biarlah si anak2 IPA itu berjuang untuk sesuatu yang mereka inginkan, cuekin aja. dalam hal ini, yang penting di hidup lo hanya LO

    passion bagi gw adalah sebuah keinginan kuat akan sesuatu, a desire. passion itu menjaga api *tsaah* semangat lo, membuat lo tersenyum dan bangkit lagi saat lo jatuh
    dan menurut gw, ini banyak areanya. makanya pertanyaan tadi ‘.. apa itu bener2 passion lo untuk kuliah?’

    salah satu passion gw musik, tapi gw masukkan itu di area non perkuliahan, jadilah gw ikut les2 musik, bikin lagu, dll. tapi ada orang yang jadikan itu di area kuliah, sherina misalnya, dia mau ambil jurusan Music di Boston. padahal dia bisa aja kuliah hukum/ manajemen/ filsafat disini.

    dan kegiatan apapun yang disukai tapi ga terikat formal bisa kita sebut hobi. bisa jadi, foto dan nulis lo itu hanya sekedar hobi. who knows kalo kelak lo menjadikan itu sebagai karier utama.

    dan ketika lo bilang mau kerjaan yang ga bikin bosan, itu berarti sesuatu itu harus sangat disukai atau lo merasa tertantang untuk terus mengerjakan dan memperlajari itu. dan lo konsisten disitu. tugas lo adalah mencari tau ‘sesuatu’ itu

    ini gw kutip dari seorang senior bijaksana ketika gw mempertanyakan hal yang persis sama, setahun lalu:
    “But one thing i can tell you is that find which one that you are most interested in and you are good at. It sounds cliche, but it’s the key of advancing in your career. The new trend today is the old trend of tomorrow right? that’s why my univ. emphasize on learning to learn skill. People who are good at learning and applying it will always be the most successful people in the world.”

    satu lagi, jauh sebelum kita lahir, setiap manusia udah ditentuin jodohnya, kematiannya, dan rejekinya sama Dia. jadi soal salary, ga ada seorang pun yang ngejamin.

    dan meski bukan exchange student, gw mencoba mengerti apa yang lo rasain, emang ga gampang. tapi inget, what doesn’t kill you makes you stronger..
    keep on smiling, studying, and praying🙂

  4. hafi / Aug 29 2009 8:02 pm

    gw mau numpang ngoceh sebagai seorang idealis boleh ya.
    ketika lo menyerahkan idealisme dan mimpi lo ke dunia nyata hidup menjadi hampa.
    pada akhirnya hidup kita bukan untuk nyari duit, meskipun dengan duit hidup jadi jauh lebih mudah.
    so, it’s back to your purpose of living and what your passion is. they say if you love your job, success is only a matter of time. gw sih ga mau 20 tahun lagi gw merasa bosan sama yg gw kerjakan, jadi gw pilih hal yang gw suka.
    hal-hal seperti fotografi dan jurnalisme gak menghasilkan duit adalah pemikiran orang yang picik. be bold on your choices, we are meant to break expectations!
    (maaf ya kalo gw sok tau)

  5. hafi / Aug 29 2009 8:06 pm

    eh ada yang ketinggalan, hehe. maaf ya kalo menuh2in tempat.
    milih hal yang disuka bukan berarti hidup suka-suka lho. pada akhirnya kita harus konsekuen sama hal yang dipilih.
    bokap gw bilang sama gw : “kamu boleh jadi apa aja. jadi designer, dosen, engineer, atau apalah. tapi kamu harus jadi yang terbaik di bidang kamu”

    • rintacos / Aug 29 2009 11:28 pm

      wow fi! wow! hahaha. permasalahan pada diri gue adalah: i want to have an early success. gue mau di umur yang masih muda gue udah sukses dan sukses itu terus meningkat dan meningkat, gak cuma statis.tp ya palingan sih kerja di kantor, rite. apalagi bidang gue terbatas. i’ve learn from sociology book that : manusia itu mengalami tahap idealis ketika dia masih remaja, dan kemudian manusia memasuki tahap setelah idealis yaitu realis ketika mereka berumur sekitar 20an. sebenernya gue mau berpegang teguh sm ke idealisme an gue, sampai sekarang gue masih pengen begitu, tp i have another 4 year di college dan actually i’m scared kalo gue melupakan principle2 gue dan seperti yang lo bilang : hidup jd hampa.

      btw i like this > be bold on your choices, we are meant to break expectations!

  6. rintacos / Aug 29 2009 11:33 pm

    buat bestari, anin, dan hafi. thanks a lot for the great comment. pemikiran2 dan masukan2 anda semua!

  7. Citta Parahita Widagdo / Aug 30 2009 10:23 am

    kamu FHUI aja (haha maaf ya gue ga ngecomment yg panjang2 dan berisi habis gue lg males hehe ntar kapan2 gue kasih pemikiran gue)

    eh buka blog gue juga! i just wrote something!

  8. zwiggy / Aug 30 2009 1:45 pm

    Mungkin sebaiknya lo jd idealis yg dinamis rin

  9. dey / Sep 23 2009 2:47 pm

    hai,gw 100% mendukung kamu enchos hahahahahahahak jangan khawatir chos,we are social,we are special :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: