Skip to content
January 27, 2010 / rinta chos

kenapa saya di rumah dan bukan nya di sekolah?

Sekarang sudah bulan Januari, 3 bulan lagi menuju ujian masuk Universitas Indonesia dan kurang lebih 2 bulan lagi menuju USM ITB.

SIMAK UI dan USM ITB bisa dibilang prioritas utama kebanyakan anak kelas 3 sekarang. Tingkat kesusahannya mau gak mau membuat anak anak kelas 3 memforsir otak dan berusaha keras dengan cara mengikuti bimbingan bimbingan belajar atau simply stay at home dan belajar mandiri dengan cara mengerjakan soal soal ujian masuk.

Sekolah menuntut anaknya untuk masuk tiap hari mulai dari Senin sampai Jumat. Mulai dari jam 6.30 sampai 3.15 , tapi apa yang didapat para murid di sekolah?

Saya jawab dari cara pandang dan pengalaman saya sendiri.

Saya murid kelas XII IPS, SMA Negeri 8 Jakarta. Saya merasa sekolah berarti cuma hari Senin dan Selasa karena ada pelajaran Matematika. 3 hari selebihnya? Di sekolah saya cuma numpang makan di kantin, ngobrol di kelas, sholat di mesjid, atau tidur di kelas atau mesjid. Kenapa begitu? Memangnya tidak ada guru dan pelajaran? Ada, tentu saja ada tapi saya merasakan keberadaan guru dan pelajaran di sekolah tidak membantu saya mencapai prioritas utama saya : masuk perguruan tinggi negeri (UI). Di sekolah di fokuskan pada UAN. Bukan nya tidak peduli pada UAN, saya peduli, tapi UAN bisa dipelajari dengan membeli buku buku seharga 30-60 ribuan yang tersedia di toko buku.

Selain itu saya tidak merasa ada perlunya mempelajari hal hal yang tidak akan di SIMAK kan. Seperti hmmm senam irama? hal hal tidak perlu seperti itu menyita waktu saya, waktu saya yang tinggal sangat sedikit. Waktu sangat berharga sekarang, saya ingin memanfaatkannya sebaik mungkin. I want to spend every second and minute for study.

Maaf ya sekolah, bukannya apa apa, tapi saya memang lebih produktif di rumah, lebih menyerap banyak ilmu di rumah. Di sekolah banyak distraksi,

Kalaupun saya sekolah cuma karena ingin main main sama teman dan ngobrol ngobrol. Tak ada ilmu yang saya serap. Ilmu yang saya serap saya dapatkan dari diri saya sendiri yang mencuri curi mengerjakan soal di sela sela pelajaran yang luar biasa membosankan di sekolah.

Catatan pelajar yang muak akan sekolah. 27 Januari 2010.

One Comment

Leave a Comment
  1. Citta Parahita Widagdo / Jan 30 2010 11:51 am

    Memang seperti kata Donrivky, di ips hanya ada 2 guru saja. Sabar2 aja ya Nak, waktu memang berharga. Dimana saja bagus kok asalkan ditanganmu selalu tergenggam kitab kelas 3 — Buku SIMAK UI dan Buku SKS. Tidurlah bersamanya. Habiskan waktu bersamanya. Maka pasti kau akan selamat. Amin. Inilah doaku untukmu.

    Salam super, Citta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: