Skip to content
April 25, 2010 / rinta chos

Kafein, buku, dan analogi yang ga nyambung.

Kafein, ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan.Salah satu dampak dari kafein adalah meningkatnya aktivitas otak dan mengakibatkan hormon epinefrin terlepas. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung.

Gue adalah seorang pecandu kafein.Gue mengkonsumsi kopi dengan jumlah banyak, bisa lebih dari 3 bungkus sehari, selain itu, dulu gue juga pecandu soft drinks yang notabene nya mengandung paling ngga 25 mg kafein.Efek kafein buat gue itu bukan cuma penahan kantuk, tapi juga tambahan energi, kalo lagi suntuk, gue minum kopi, langsung deh seger dan ga suntuk lagi. Tapi, akibatnya adalah tubuh gue jadi kebal sama kafein jadi kalo gue ga mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang biasa gue konsumsi, gue langsung pusing, terus ya ujung ujungnya insomnia.

Selain pecandu kafein, gue juga pecandu buku bagus.

Buku bagus dan kafein berpengaruh sejajar sama gue. Buku bagus merangsang entah hormon apa yang mengakibatkan detak jantung gue berdebar lebih kencang dan efek lebih lanjutnya pun sama, gue insomnia karena gue kepikiran betapa bagusnya buku tersebut. Bedanya kafein dengan buku adalah di after taste dan aspek psikologi setelahnya, after taste kafein ya, ya gak ada, udah gitu aja, tapi kalo buku bagus, itu ngebekas, tertanam di fikiran, quotes quotesnya, pelajaran pelajaran yang diambil dari buku tersebut. Buku bagus banyak tapi buku bagus yang menghanyutkan itu sedikit, cuma ada segelintir buku yang bisa mengubah mind set gue, dari sekian banyak buku yg sudah gue baca.

Gue baca buku, mulai dari Hamlet dan Julius Caesar nya Hamlet sampe Harry Potter nya J.K. Rowling. Harry Potter itu buku bagus, tapi tidak mengubah mind set gue, setelah gue baca Harry Potter ya gue terhibur cuma gue ga langsung “mikir” apa ya pesan dibalik buku ini? Kenapa begitu? Karena Harry Potter itu kisah fiksi, gamungkin juga tiba tiba gue dapet surat di kotak pos rumah gue kan. 1984 dan Animal Farm nya George Orwell itu juga buku bagus, setengah fakta, karena memang ada Negara totalitarian seperti yg diceritakan Orwell, tapi buku itu ga membuat gue berfikir lebih lanjut, karena apa? Gue ga bisa relate to the story. Gue cm bisa terhanyut dengan horror yg dibawa Orwell. Lalu ada buku bagus macam Catcher in the Rye, ditulis oleh Almarhum J.D. Salinger, buku ini salah satu buku yg dianjurkan dibaca oleh murid2 SMA di Amerika.Pas lo baca, lo bakal mikir “what the hell dude, it’s just a story about a labile kid wandering around NYC and commenting on every single thing he sees” , tapi buku ini filosofi nya sangat mendalam..inilah buku yang gue maksud bikin lo mikir, bikin lo pengen nge Google dan pengen tau apa anggepan orang orang tentang ni buku, buku ini controversial karena pembunuhnya Sir Lennon memutuskan untuk membunuh Sir Lennon setelah baca buku ini. After taste Catcher in the Rye buat gue? Hahah. Gue jadi berusaha untuk gak munafik, gue pengen ketika gue step into kedewasaan, gue tetap sama innocent dan tidak fake nya seperti ketika gue masih anak anak polos. Terus ada deretan buku dari Mitch Albom, asu, gue nangis molo kalo baca bukunya dia, bukunya Albom tuh bukan fun-type reading tp anjirr ngena lah pokoknya. Recommended sekali loh For One More Day, gue nangis tersedu sedu baca itu (karena waktu itu lg jauh sih sm Hexe a.k.a. my mom).

Pusing ya baca tulisan panjang gue? Haha. Sori. Inti dari semua ngemeng2 gue ini adalah : Gue baru saja membaca buku luar biasa karangan penulis Indonesia, Donny Dhirgantoro, berjudul 5 cm. Selama ini kan gue menutup diri dari buku karangan penulis Indonesia (kecuali sastra lamanya). Tapi kan gue mau jadi penulis Indonesia yg bs menghasilkan karya bagus yang bikin orang mikir.Masa gue menutup diri dari buku2 Indonesia? Jadi di sore yg random, sama random nya kayak pas gue beli buku nya Cassandra Niki, gue pergi ke Gramedia, gue liat liat buku Indonesia, terus gue ya pengen aja ngambil 5 cm ini..terus gue pegang molo, tp belom niat beli krn gue lg pengen beli buku traveling..trs gue dpt bbm dari Dei dia blg iya baca 5 cm, novel Indonesia terbagus yg dia pernah baca.

Jadilah ini gue yang menghabiskan 3 jam membaca 5 cm. , terus gue doh sori bgt neh bahasanya norak, tp gue terhanyut, terharu. Seneng bgt bisa baca buku bagus setelah sekian lama. Well done Mas Donny Dhirgantoro.

My next post akan ngomongin 5 cm. detil nya dan kenapa gue jatuh cinta sama bukunya. (Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: